Menhan RI: Ideologi Indonesia Yakni Pancasila, Yang Tidak Terima Silahkan "Cabut"

Get source code of website


Pancasila merupakan ideologi Negara, sehingga tidak dapat digantikan dengan apapun. Oleh karena itu, siapa saja yang tidak menerima ideologi tersebut, silahkan keluar dari Indonesia. Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Ryamizard Ryacudu dihadapan prajurit TNI AD di GOR Kartika Divif I kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa 22 Mei 2018.

Ia menambahkan, masyarakat harus selalu mengamati berbagai perkembangan situasi secara bersama. Apabila tidak mewaspadai akan adanya pengaruh negatif, maka dapat berimbas pada stabilitas keamanan Nasional.

"Yang penting adalah Pancasila. Yang tidak mau silakan keluar dari Indonesia," ujarnya.

Persoalan teroris yang beberapa waktu lalu melakukan aksi bom bunuh diri pada sejumlah lokasi berbeda, ia menjelaskan, hal itu karena adanya keinginan kelompok tersebut untuk merubah ideologi Indonesia.

"Jelas rakyat akan melawan, begitu juga TNI yang menjunjung tinggi Sapta Marga dan Sumpah Prajurit," katanya.

Oleh karena itu, meminta agar TNI  turut terlibat mengantisipasi adanya bahaya paham radikal dan terorisme, dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila dan penguatan kesadaran Bela Negara.

Tahun Pemilu, Anggota Lemhannas Diingatkan Jaga Kehormatan Lembaga

Get source code of website


Menghadapi tahun pesta demokrasi, kiranya perlu diingat untuk selalu menjaga kehormatan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), sebagai lembaga yang independen dan profesional. 

Untuk itu, semua angggota Lemhannas tidak boleh menjadi anggota Partai Politik (Parpol), mendukung salah satu calon pada Pemilihan Umum (Pemilu), apalagi terlibat dalam kampanye. Hal tersebut dikatakan Gubernur Lemhannas, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo pada upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Lemhannas di kantor Lemhannas, Jakarta, Senin 21 Mei 2018.

"Sikap untuk berlaku nonpartisan dan profesional dalam pemilu juga berlaku bagi perseorangan pegawai negeri sipil, anggota TNI dan Polri," ujarnya.

Sebagai anggota Lemhannas, diminta cerdas menanggapi isu aktual yang berkembang. Hal itu dimaksudkan agar lembaga tersebut tidak terseret  dalam perangkap kepentingan politik yang tidak selaras dengan empat konsensus dasar bangsa.

"Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai abdi negara, Polri adalah alat penegak hukum, dan TNI merupakan alat negara. Untuk itu tidak boleh punya keberpihakan pada partai politik," katanya.

Mengenal L-29 Dolphin, Jet Tempur Latihan Kedua Indonesia

Get source code of website



L- 29 Dolphin merupakan pesawat latihan tempur yang sangat sederhana dan terbilang mudah. Cukup dengan mengeser kursi kedepannya. Maka bakal timbul pemikiran, jika pesawat tersebut dibuat untuk pribadi anda.

Pada perkembangannya, L-29 pertama kali muncul pada tahun 1950-an, yang Angkatan Udara Uni Soviet menjadikannya sebagai pesawat latihan bermesin jet. 

Setelah awal tahun 1960-an, sebuah industri pertahanan di Negara itu kemudian mengupayakan perkembangannya. Sehingga 1963, Negara Ceko berhasil memproduksi secara massal pesawat tersebut.

Sekitar tahun 1974, pesawat yang diproduksi oleh Aero's Vodochody menjadi terhenti. Bahkan jika dijumlahkan, dari total 3.600 pesawat jet, sebanyak 3.000 dikirim  ke Uni Soviet.

Sementara sisanya digunakan AU Ceko, Republik Demokratik Jerman, Romania, Suriah, Bulgaria, Hungaria, Mesir, Indonesia, Nigeria, Uganda, Irak.


L-29 Untuk Indonesia.

Pada dekade 1950an, Angakatan Udara Republik Indonesia (AURI) menyandarkan pendidikan lanjutan para kadet penerbangnya dengan pesawat baling-baling AT-6 Harvard. Namun karena kedekatannya dengan Blok Timur, maka Harvard pun dianggap tidak lagi memadai. Sehingga pesawat pancar gas menjadi penting, ditambah lagi suku cadang AT-6 Harvard mangkrak.

Kemudian dibelillah 30 unit MiG-15 UTI berkursi ganda, yang mulai datang pada tahun 1957-1958. karir MiG-15 UTI tidaklah mulus. Masalah  suku cadang dan mesin yang rewel membuat pesawat jet latih ini juga ditinggalkan.

Januari 1964, AURI membentuk tim mencari pengganti MiG-15. Sasaran yang dituju adalah Cekoslovakia, yang saat itu memiliki pesawat latih baru L-29 Delfin (lumba-lumba) buatan Aero Vodochody. NATO memberinya kode Maya. Yang menggunakan saat itu baru AU Suriah

Beberapa waktu kemudian tim tersebut tiba di Praha, Cekoslovakia pada bulan Juni 1964. L-29 menunjukkan kehebatannya. Handling pesawat dibuat mudah untuk dikendalikan, dan yang terpenting, bidang pandang dari kokpit sangat jelas dan tak terhalang karena penggunaan desain kaca gelembung, termasuk pada kanopi depan. Ditambah lagi, L-29 juga sudah terpilih sebagai pesawat latih standar Blok Timur, mengalahkan kandidat seperti Yak-30 dan Ts-11 Iskra.

Jet ini dikenal bandel karena mampu lepas landas dan mendarat langsung di lapangan rumput atau landasan tanah yang diperkeras. Sistem persenjataan yang dapat dipasang meliputi kanon dan roket untuk latihan weapon delivery.

Hasilnya, kedutaan Besar Indonesia di Cekoslovakia menangani urusan keuangan, termasuk negosiasi harga. Cekoslovakia yang terhitung pelit dalam memberikan kredit, justru membuka tangannya lebar-lebar. Bahkan Indonesia tercatat sebagai debitur pertama untuk kredit ekspor dari Cekoslovakia.

Produksi pun dikebut. 1965, dua unit L-29 telah tiba, dengan beberapa penyesuaian untuk pengoperasian di wilayah tropis. Pesawat latih lanjut ini menerima kelir berupa strip petir warna merah yang memanjang di tubuhnya, beda dengan kelir Skadron Pendidikan TNI AU yang terpampang pada L-29 Delfin yang dapat ditemui di museum Dirgantara Mandala Yogyakarta saat ini.

Akibat dinamika dan perubahan politik pasca tahun 1965. Nasibnya harus berakhir begitu cepat di Tanah Air. Padahal, saat itu jet latih tempur ini usianya tergolong sangat muda dan modern pada jamannya.

L-29 Delfin sendiri baru benar-benar pensiun dari TNI AU ketika pesawat latih lanjut British Aerospace Hawk Mk.53 datang ke tanah air pada tahun 1980. Setelah itu, L-29 dinyatakan pensiun, sebagian masih dipertahankan untuk kursus teknik, sebagian dijadikan monumen, dan sebagian lagi ada yang dijual ke luar negeri seperti Amerika Serikat dan Australia dan saat ini bahkan masih terbang di kalangan pehobi aviasi

Spesifikasi

Mesin Cekoslowakia M701 dengan tujuh ruang pembakaran memiliki daya dorong mencapai 1.960 lbs, serta kecepatan maksimum 820 km/jam. Patut dicatat, M701 merupakan mesin pesawat jet pertama yang mempunyai kompresor sentrifugal fase tunggal dimotori oleh flow turbin axial fase tunggal. L-29 dapat mengudara selama 2 jam 30 menit dengan jarak jelajah hingga 894 km, menggunakan tip tank pada sayap.

Aero L-29 Delfin memiliki desain maksimal untuk pesawat kelas sub-sonik dengan posisi tempat duduk tandem dengan sayap lurus. Pesawat ini mampu mengangkut dua drop-tanks 150 kg, 100 kg bom, dengan pod yang masing-masing berisi empat roket 67 mm atau dua pod senapan mesin 7,62 mm. Kecepatan maksimal dengan persenjataan penuh di bawah sayap mencapai 0,7 Mach dan 0,75 Mach tanpa persenjataan.

• Panjang: 10,81 m
• Rentang sayap: 10,29 m
• Tinggi: 3,13 m
• Luas sayap: 19,8 m²
• Berat kosong: 2280 kg
• Berat isi: 3286 kg (7244 lb)
• Berat maksimum saat lepas landas: 3540 kg
• Mesin: 1 × Motorlet M-701C , 8,7 kN (1960 lbf)

ISIS Bukan Bentukan Pentagon

Get source code of website


Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menolak, jika Islamic State Iraq and Suriah (ISIS) adalah bentukan Amerika Serikat (AS). Kehadiran ISIS tidak lain karena alasan mengangkat satu isu global, yakni peperangan melawan komunisme yang berpandangan bahwa agama adalah candu.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Penegakan Hukum BNPT, Brigjen Pol Marthinus Hukom saat mengikuti forum diskusi 'Dinamika Ancaman Terorisme, Ideologi Jejaring dan Strategic’ di Jakarta, Senin 21 Mei 2018.

Menurutnya, gerakan ISIS memiliki paham bahwa komunis adalah ideologi yang bertentangan, oleh karena itu harus dilawan dalam bentuk apapun.

Saat Pentagon memiliki kepentingan melawan Soviet yang berpaham Komunis, kemudian melakukan konsolidasi dengan ISIS untuk sama-sama melawan ke Uni Soviet saat perang dingin.

Dari peristiwa itulah dapat diketahui, bahwa ISIS hanya dimanfaatkan oleh Amerika secara bersama-sama melawan Negara adidaya tersebut (Soviet).

“Dapat ditarik benang merah bahwa ISIS tidak dibentuk oleh Amerika. Hanya dimanfaatkan Amerika melawan Soviet," ujar.

Namun yang terjadi di Indonesi, katanya, merupakan dampak dari berakhirnya perang dingin tersebut. Bahkan beberapa tentara ISIS adalah Warga Negara Indonesia (WNI), yang kini telah kembali ke tanah air.

Dengan eforia yang masih mereka miliki, menjadikan itu sebagai pemicu adanya pembentukan aliran radikal.

"Persisnya, dengan munculnya beberapa aliran radikal seperti Jemaah Ansorut Daulat (JAD)," katanya.



Filipina "Ngambek" Setelah Cina Lakukan Ini di LCS

Get source code of website


Pemerintah Filipina segera mengambi langkah diplomatik terhadap wilayah Laut Cina Selatan (LCS), setelah Tiongkok mendaratkan Pesawat Pembom (Bomber) miliknya di daerah sengketa itu, Selasa 22 Mei 2018.

Akibatnya, para anggota parlemen kubu oposisi di Manila naik pitam. Bahkan pemerintahan Amerika Serikat mengirim kapal perang ke wilayah tersebut.

Seperti yang dirilis media Reuters, Kementerian Luar Negeri Filipina mengambil  langkah diplomatik untuk melindungi klaim wilayah tersebut, dan akan terus dilakukan di masa mendatang.

Meski demikian, pemerintah Filipina tidak mau mengecam tindakan Cina, yang oleh Amerika dianggap mampu menimbulkan ketegangan atas kawasan itu.

"Komitmen kami, melindungi setiap inci teritorial dan wilayah kami yang berdaulat," ujarnya.

Sementara, Angkatan Udara Cina mengakui beberapa pesawat pembom seperti H-6K, telah mendarat dan lepas landas dari pulau-pulau dan terumbu karang di LCS. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari latihan militer.

Bahkan pemerintah Tiongkok menambahkan, fasilitas militernya di Kepulauan Spratly, murni defensif dan berhak melakukan apa yang disukainya.

Selain itu, Cina juga telah membangun sebanyak tujuh pulau buatan di wilayah itu, dan mengubahnya menjadi pos-pos militer yang dilengkapi lapangan terbang, radar, dan sistem rudal pertahanan.



Kapal Ikan Vietnam Tertangkap di Indonesia

Get source code of website


Dua unit kapal ikan nelayan asal Vietnam, berhasil diamankan oleh kapal patroli milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),  KP Hiu 12, yang tergabung dalam operasi rutin Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI di Perairan Barat Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri).

Kasubbag Humas Bakamla RI, Mayor Marinir Mardiono menjelaskan, KP Hiu 12 yang dikomandani Novry Sangian mendapati dua kapal ikan asal  Vietnam sedang melakukan penangkapan menggunakan alat tangkap Gill Net.



Saat diperiksa,  kedua kapal  tidak dapat menunjukkan kelengkapan dokumen.

Oleh karena itu, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui nakhkoda kapal merupakan warga negara Vietnam bernama Le Thanh Phong bersama tujuh orang Anak Buah Kapal (ABK) juga berkewarganegaraan asing.

"Satunya dinakhkodai oleh Pham Mint Tuan, juga tidak dapat menunjukkan dokumen-dokumen yang diminta," katanya.

Berdasarkan dugaan pelanggaran ilegal fishing, kedua kapal tersebut kemudian dikawal menuju Pelabuhan Satwas Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Natuna untuk  menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dana Miliaran Untuk BNPT, Dinilai Tak Bisa Berantas Teroris

Get source code of website


Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mendapatkan kucuran dana APBN sebesar Rp505,5 miliar di tahun 2018. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp169 miliar dialokasikan untuk program deradikalisasi dan Rp122 miliar untuk penanggulangan bidang penindakan teroris. 

Meski anggaran yang cukup banyak tersebut diberikan ke BNPT, namun dinilai belum dapat memberantas para teroris yang melakukan aksinya di Indonesia.

Direktur Centre for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menjelaskan, jika dilihat dari peta anggaran dan program tersebut, memang masih kurang efektif, sebab terlihat dari tumpang tindih tugas antara BNPT dengan Polri.

"Jadi kurang maksimal, bisa dilihat dari adanya tumpang tindih antara BNPT dengan Polri," ujarnya di Jakarta, Senin 21 Mei 2018.

Oleh karena itu, BNPT seharusnya membuat langkah strategis untuk menangani berbagai perkara teroris, semisal terjun ke sejumlah wilayah yang belum ditangani Polri.

"Mengingat dana BNPT untuk menangani teroris cukup besar," katanya.

Tidak hanya itu, BNPT juga bisa menggandeng sejumlah universitas negeri dan swasta untuk melakukan edukasi kepada mahasiswa yang sudah terkena virus paham radikal.

"BNPT juga harus menggandeng NU serta Muhammadiyah untuk menjalankan program deradikalisasi ke masyarakat dan sejumlah pondok pesantren," ujar Uchok.

Ikut Berantas Teroris, TNI Bakal Diperkuat Perpres

Get source code of website


Pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan terorisme telah disepakati oleh pemerintah dan DPR RI.

Maka untuk menjalankan tugasnya, pemerintah bakal membuat payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) guna memperkuat tugas dan wewenang TNI.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan (Dirjen PP) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Widodo Ekatjahyana di Jakarta, Senin 21 Mei 2018.

Di Perpres itulah bakal diatur secara teknis keterlibatan, bagaimana peran dan fungsi TNI dalam penanganan aksi terorisme. Namun sejauh ini, lanjutnya, peraturan tersebut masih berbentuk draf.

"Nanti drafnya kita lihat dulu. Masih kita siapkan, sehingga nanti tinggal melaksanakan bagaimana teknisnya," ujarnya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil Revisi Undang-Undang (RUU) anti terorisme yang sedang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rayat (DPR) RI. Apabila telah selesai, barulah Kemenkumham menyelesaikan Perpres tersebut.

"Setelah paripurna baru kita kebut, kan DPR khusus RUU-nya. Nanti pengaturan lebih lanjut akan kita sepakati di Perpres," katanya.

John Lie Tjeng Tjoan, Bukti Tionghoa Membela Indonesia

Get source code of website


Tidak banyak yang mengetahui, sosok Laksamana Muda TNI (Purn) John Lie Tjeng Tjoan tetang perjuangannya membela Indonesia hingga masa kemerdekaan. Bahkan hanya sebagian kecil saja yang mengenangya.

Laksamana ini lebih dikenal dengan nama Jahja Daniel Dharma, yang dilahirkan di Manado,Sulawesi Utara, pada tanggal 9 Maret 1911.

Anak pasangan Lie Kae Tae dan Oei Tjeng Nie Nio merupakan salah satu Pahlawan Nasional yang berdarah Tionghoa. Bahkan ia dijuluki dengan sebutan A Soldier with Bible, sebab selalu membawa Alkitab dan sangat relijius.

Kesuksesan John Lie berawal saat ia kabur ke Batavia (Jakarta) karena ingin mengapai cita-citanya sebagai pelaut. Untuk bertahan hidup, beberapa pekerjaanpun digandrungi, diantaranya sebagai buruh pelabuhan. Namun tidak lupa juga mengikuti kursus navigasi. 

Setelah mengapai pendidikan sebagai Mualim III pada kapal Koninklijk Paketvaart Maatschappij, yang merupakan perusahaan pelayaran Belanda. Pada tahun 1942, ia lalu bertugas di Khorramshahr, Iran, dan mendapatkan pendidikan militer.

Ketika Perang Dunia II berakhir dan Indonesia merdeka, ia  memutuskan bergabung dengan Kesatuan Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS) sebelum akhirnya diterima di Angkatan Laut RI.

Menjadi prajurit Angkatan Laut, John mula-mula bertugas di Cilacap, Jawa Tengah, dengan pangkat Kapten, dan berhasil membersihkan ranjau yang ditanam Jepang untuk menghadapi pasukan Sekutu. Kesuksesannya itu, kemudian dinaikkan pangkatnya menjadi Mayor.

Pada awal kemerdekaan, 1947, John ditugaskan mengamankan pelayaran kapal-kapal yang mengangkut komoditas ekspor Indonesia untuk diperdagangkan di luar negeri, di antaranya, mengawal kapal pengangkut karet 800 ton untuk diserahkan kepada Utoyo Ramelan, kepala perwakilan RI di Singapura.

Karet atau hasil bumi lain dibawa ke Singapura untuk dibarter dengan senjata. Senjata-senjata itu diserahkan kepada pejabat di Sumatera seperti bupati Riau sebagai sarana perjuangan melawan Belanda.

Perjuangannya sangatlah berat sebab harus menghindari patroli Belanda, dan juga gelombang samudera yang relatif besar untuk ukuran kapal yang gunakan. Sebab, saat itu, pihak Belanda masih mengingginkan penjajahan atas tanah air Indonesia.

Untuk keperluan operasi, John Lie memiliki kapal kecil cepat, dinamakan the Outlaw. Seperti dituturkan dalam buku yang ditulis Kustiniyati Mochtar (1992). Sebanyak 15 kali ia melakukan operasi penyelundupan. Bahkan pernah ditangkap oleh perwira Inggris saat membawa 18 drum minyak kelapa sawit. Namun di pengadilan Singapura ia dibebaskan karena tidak terbukti melanggar hukum.

Tidak hanya itu, saat membawa senjata semi otomatis dari Johor ke Sumatera, ia dihadang pesawat terbang patroli Belanda. Laksamana John Lie hanya mengatakan kapalnya sedang kandas. Senjata yang telah diarahakn ke kapalnya tidak dimuntahi magazen. Malah meninggalkan the Outlaw tersebut.

Setelah menyerahkan senjata kepada Bupati Usman Effendi dan Komandan Batalyon Abusamah, the Outlaw lalu mendapat surat resmi dari syahbandar bahwa kapal itu milik Republik Indonesia dan diberi nama resmi PPB 58 LB.

Sepekan kemudian ia kembali ke Port Swettenham di Malaya untuk mendirikan pangkalan AL yang menyuplai bahan bakar, bensin, makanan, senjata, dan keperluan lain bagi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Pada 1 Mei 1950, Menteri Panglima AL Raden Soebijakto memerintahkan kapal perang AL untuk melaksanakan blokade di perairan Ambon, sebab adanya pemberontak pasukan RMS. John Lie menjadi komandan kapal–kapal korvet RI Rajawali. Kemudian KRI Pati Unus dikomandani Kapten S Gino, KRI Hang Tuah dipimpin Mayor Simanjuntak.

Melalui tiga titik pendaratan yakni Pulau Seram, Buru, dan Piru yang dibantu kekuatan gabungan TNI, pasukan RMS pun terdesak. Pada 15 November 1950, operasi pembersihan RMS di Ambon dan sekitarnya selesai.

Lalu pemberontakan Daurah Islam (DI)/TII yang berawal dari Jawa Barat pada 1949 di bawah pimpinan Kartosuwiryo. Kemudian meluas hingga ke Aceh pada 1950 dibawah pimpinan Teuku Daud Beureuh dan Sulawesi Selatan pada 1953 dipimpin Abdul Qahhar Mudzakkar.

Akibatnya Presiden Soekarno memerintahkan operasi militer dan operasi pemulihan keamanan yang melibatkan seluruh elemen pertahanan, termasuk TNI AL yang di nahkodai Mayor (P) John Lie.

Begitu juga dalam menumpas Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatera dan Perjuangan Semesta (Permesta) di Sulawesi tahun 1958

Setelah operasi Permesta 1958 hingga 1959, ia dikirim ke India selama setahun untuk tugas belajar di Defence Service Staff College, Wellington. Sekembalinya tahun 1960, ia lalu diangkat menjadi anggota DPR Gotong Royong dari unsur TNI AL.

Ia juga  menjabat kepala inspektur pengangkatan kerangka kapal di seluruh Indonesia pada 1960–1966. Bahkan dianugerahi tanda jasa kepahlawanan pada 5 Oktober 1961 oleh Presiden Soekarno

Menurut kesaksian Jenderal Besar AH Nasution pada 1988, prestasi John Lie tiada taranya di Angkatan Laut karena dia adalah panglima armada (TNI AL) pada puncak-puncak krisis eksistensi Republik yakni dalam operasi-operasi menumpas kelompok separatis Republik Maluku Selatan, Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia, dan Perjuangan Rakyat Semesta.

Karena kesibukannya dalam perjuangan membuat ia baru menikah pada usia 45 tahun, dengan Pdt. Margaretha Dharma Angkuw. Pada 30 Agustus 1966, ia lalu mengganti namanya dengan nama Jahja Daniel Dharma.

Karena penyakit stroke yang dideritanya,  pada tanggal 27 Agustus1988, ia menutup usianya dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. John Lie mendapat tempat yang istimewa dihati masyarakat Tionghoa Indonesia, dan juga menerima penghormatan yang tinggi dari masyarakat Tionghoa dan pemerintah Indonesia.

Bahkan patung John Lie dapat dilihat di Taman Mini Indonesia Indah (Anjungan Tionghoa)

Atas segala jasa dan pengabdiannya, ia dianugerahi Bintang Mahaputera Utama oleh Presiden Soeharto pada 10 Nopember 1995, Bintang Mahaputera Adipradana dan gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 November 2009.

TNI AD Bakal Datangkan Meriam Buatan Perancis

Get source code of website


TNI Angkatan Darat telah lama menginginkan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) buatan Nexter System, Perancis, yakni meriam LG-1 MKIII 105 mm yang merupakan sosok baru dari Howitzer.

Alutsista tersebut rencananya bakal mem-backup satuan Batalyon Infateri (Yonif) Para Raider.

Danpussenarmed Kodiklatad, Brigjen TNI Dwi Jati Utomo menjelaskan, Alutsista buatan Perancis itu bakal mengantikan peran meriam Gunung M-48 kaliber 76 mm buatan Yugoslavia, jenis senjata yang telah digunakan TNI sejak 50 tahun lalu.

LG-1 MK III membutuhkan lima orang pengawak, lebih sedikit ketimbang LG-1 MK II Korps Marinir yang membutuhkan tujuh orang.

Pihak pabrikan mengklaim, laras L30 yang dimilikinya mampu menembak 12 peluru per menit, dengan daya tahan laras sampai 7.500 kali penembakan.

Bahkan, bisa menggunakan munisi 105 mm lama yang biasa dipakai pendahulunya. Sehingga menjadi nilai tambah karena adanya commonality antara TNI AL dan TNI AD.

Kalau menggunakan munisi standar M1, jarak tembaknya sekitar 11 kilo meter. Akan tetapi jika menggunakan munisi “extended range” Nexter, maka jarak tembak sampai 17 kilo meter.

Pada pengoperasiannya, senjata tersebut telah dibekali sistem komputer balistik (built in), sehingga memudahkan dalam mengatur akurasi pembidikan dan kontrol tembak ke arah sasaran.
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html