Membawa "Bom" Dua Kapal Ini Ditangkap TNI AL

Get source code of website


Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Sibolga, Sumatera Utara berhasil menangkap dua kapal diduga pembom ikan, menggunakan Kapal TNI Angkatan Laut (KAL) Mansalar, di Perairan Sibolga, Sumatera Utara. Keduanya yakni Kapal Motor (KM) Makmur Rupiah dan KM Bersama, Selasa 29 Mei 2018. 

Komandan Lanal (Danlanal) Sibolga, Letkol Laut (P) Fajar Priyanto menjelaskan, keberhasilan penangkapan itu berkat informasi yang dihimpun pihaknya, atas aduan masyarakat yang resah terkait aktifitas pengambilan ikan, dengan menggunakan peralatan ilegal yaitu bom.

"Aktifitas bom ikan sangat meresahkan masyarakat," ujarnya.

Pemboman ikan lanjut Fajar,  selain merusak ekosistem bawah air, juga dapat membahayakan nyawa pengguna bom ikan tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya bakal melakukan tidakan tegas terhadap aktifitas ilegal. Bahkan untuk menghindari, Lanal Sibolga akan melakukan  edukasi terhadap masyarakat khususnya nelayan, agar mencari ikan dengan cara yang ramah lingkungan.

"Kita akan melaksanakan penindakan dan juga edukasi kepada masyarakat khususnya nelayan. Sehingga hasil laut bisa dinikmati oleh anak cucu kita" katanya.

Mahasiswi Cantik Ini Diduga Terlibat Kelompok ISIS

Get source code of website


Irma Novianingsih (23 tahun), merupakan salah satu mahasiswi yang pernah tercatat di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung. Didepotasi dari Turki dan tiba di Indonesia pada Jumat 25 Mei 2018, bersama tujuh orang Warga Negar Indonesia (WNI) lainnya. 

Kedelapan orang tersebut kini tengah menjalani pemeriksaan oleh Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri, karena diduga bakal bergabung dengan kelompok Islamic State in Irak and Syria (ISIS) di Suriah.

Wakil Rektor IAIN Tulungagung Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Abad Badruzzaman menjelaskan, mahasiswi yang bernama Irma Novianingsih dipastikan tidak lagi berstatus mahasiswi kampus itu, sebab pada semester tujuh dan delapan tidak melakukan registrasi ulang.

“Karena dua kali tidak registrasi, maka otomatis dia drop out. Kalau pun semester sembilan dia berusaha registrasi, sistem akan otomastis menolaknya,” ujarnya di Surabaya, Selasa 29 Mei 2018.

Dengan adanya temuan salah satu mahasiswi yang diduga terlibat pada kelompok ISIS, menjadi pihaknya mengantisipasi pada penerimaan mahasiswa baru nantinya.

Sehingga, bakal dilakukan semacam screening khusus untuk memastikan pandangan ideologi calon mahasiswa baru. Apabila terbukti berafiliasi dengan kelompok radikal, maka kampus langsung menggugurkannya.

Menurutnya, secara kelembagaan, temuan itu menjadi bahan pembahasan ditataran akademis. Salah satunya dengan memberikan instruksi ke Unit Kegiatan mahasiswa (UKM), supaya ikut membantu proses pemantauan kelompok radikal.

“Jika terbukti mereka prokelompok radikal, akan diambil tindakan,” katanya.

Ia menceritakan, jika dirinya sempat didatangi intelejen guna memastikan data mahasiswi bernama Irma Novianingsih. Namun belum menyatakan sepenuhnya, keterlibatan Irma pada kelompok radikal itu.

"Mulai dari nama, sekolah asal, nama orang tua, dan data lainnya, semua mengarah ke Irma Novianingsih," ujar Abad.

Black Panther TNI AU, Bakal Diganti

Get source code of website

TNI AU tengah mempertimbangkan untuk mencari pesawat jet generasi 4,5 untuk menggantikan fungsi pesawat Hawk 100/200 “Black Panther” yang sudah menua. Hal itu diungkapkan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna.
Yuyu mengatakan Hawk saat ini memperkuat Skadron Udara 12 bermarkas di Lanud Roesmin Nurjadin.  Lanud Roesmin Nurjadin menjadi pangkalan militer terlengkap di Sumatera. Pangkalan militer itu dilengkapi dua Skadron tempur yakni 12 dan 16. Keduanya masing-masing diperkuat jet temput Hawk dan F-16 Fighting Falcon A/B dan C/D.
“Ke depan Hawk 100/200 akan diganti dengan yang baru. Generasi 4,5, itu akan dimasukkan ke rencana strategis, ” ujar KSAU di Pekanbaru. Pesawat generasi 4,5 memiliki kelebihan pada mesin yang dapat beroperasi dalam jarak yang lebih jauh serta kemampuan pesawat dalam mengangkat beban seperti senjata dan bahan bakar dalam jarak jauh. Karena itu, dianggap cocok untuk Indonesia yang memiliki wilayah luas.  Namun jet tempur ini belum memiliki kemampuan stealth.
Menurut Marsekal Yuyu, pemilihan atas pesawat tempur generasi 4,5 dianggap tepat untuk menggantikan Hawk 100/200 yang telah beroperasi sejak 1994-1995.  Namun dia tidak menyebutkan pesawat apa yang akan menggantikan Hawk. Apakah IF-X yang sedang dikembangkan dengan Korea Selatan atau pesawat lain.
Dia juga mengatakan akan ada penambahan kekuatan baik personel maupun alat utama sistem persenjataan di pangkalan udara Roesmin Nurjadin. “Jadi sesuai Renstra AU, yang dikembangkan di wilayah barat di Lanud Roesmin Nurjadin,” kata dia.
Selain fokus pada penambahan kekuatan Alutsista, secara bertahap dia juga mengatakan penambahan panjang runway Lanud Roesmin Nurjadin akan terus dilakukan. Saat ini, dia menjelaskan landasan pacu Roesmin Nurjadin yang juga berbagi dengan Bandara komersial Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dalam tahap perpanjangan hingga 2.600 meter.
Menurut KSAU, tahapan perpanjangan landasan sekarang sudah 2.600 meter dan akan diperpanjang sampai 3.000 meter. Dengan begitu pesawat tempur bisa maksimal dan mampu mengangkut persenjataan penuh. 

Prajurit TNI Yang Mengabdikan Dirinya Untuk Membumikan Al-Qur'an

Get source code of website



Selain melaksanakan Pembinaan Teritorial (Binter), anggota Koramil 1402-02/Wonomulyo ini juga mengajar Al-Qur’an kepada anak-anak dan remaja lingkungan tempat tinggalnya, yakni Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman.

Namanya Serka Abd Gaffar. Bersama puluhan anak-anak dan remaja Desa Sidorejo, setiap hari berkumpul di Masjid Nurut Taubah, sebagai tempat kegiatan belajar membaca Al-Qur’an.

Bukan hanya itu saja, anggota TNI ini pula mendapat kepercayaan warga setempat sebagai Ketua Pembangunan Masjid di Desa itu.

Kegiatan mengajarnya, telah ditekuni sejak tiga tahun silam. Dengan sikap ikhlasnya, ia rela membantu apa saja demi terciptanya proses pembelajaran Al-Qur'an tersebut. Bahkan jaraknya 100 meter dari tempat tinggalnya tidak menjadi soal.

"Prihatin masih banyak anak-anak bahkan sudah remaja yang belum bisa baca Al-Qur’an,” ujarnya.

Saat memasuki bulan suci Ramadhan, waktu belajar dilaksanakan usai shalat Taraweh. Sementara biasanya dilakukan usai shalat ashar hingga menjelang magrib.

Bukan hanya belajar baca dan tulis huruf hijaiyah saja, tetapi gerakan dan bacaan sholat juga ia ajarkan kepada anak-anak dan remaja di desa itu.

Saat pertama kali menjadi Ketua Pembangunan Masjid, Gaffar merasa prihatin, sebab masih banyak remaja bahkan dewasa tidak tahu sama sekali tentang Al-Qu'an.

Dengan gerakan itu, ia berharap semua generasi muda yang ada dilingkungan itu, menjadi generasi  Qur’ani dan berjiwa Pancasila. Sehingga hidupnya selalu terjaga dari perbuatan yang dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain.

Bahaya, Tujuh Kampus Besar di Indonesia Dimasuki Paham Radikal

Get source code of website

Sebanyak tujuh Perguruan Tinggi (PT) yang ada di Indonesia, sudah disusupi oleh paham radikal. Tujuh PT tersebut yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Diponegoro (Undip), Insitut Teknologi Surabaya (ITS), dan Universitas Airlangga (Unair).

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Hamli menjelaskan, nyaris semua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ada di Indonesia, telah terkena dampak akan paham radikal. Namun besar kecilnya, hal itu bervariasi.

"Dari Jakarta ke Jawa Timur itu sudah hampir kena semua, tapi tebal-tipisnya bervariasi," ujarnya di Jakarta, Sabtu 26 Mei 2018.

Menurutnya, pola penyebaran paham tersebut saat ini telah berubah. Jika dulu dilakukan di lingkungan pesantren, kini sudah masuk ke Perguruan Tinggi yang ada di tanah air, entah itu kampus Negeri ataupun swasta.

Bahkan yang lebih banyak terpapar terhadap paham radikal itu, yakni berada pada fakultas kedokteran dan ilmu eksakta di kampus Negeri maupun swasta.

"Kampus Negeri maupun swasta menjadi sasaran baru dan empuk bagi penyebar radikalisme," katanya.


Sempat Melarikan Diri, Empat Orang Terduga Perampok Akhirnya Ditangkap TNI AL

Get source code of website


Sebuah perahu pancung tanpa nama yang mengangkut delapan orang terduga perampok, berhasil diamankan tim Western Fleet Quick Response (WFQR) terdiri dari Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV, Lanal Tanjung Balai Karimun dan Den Intel Koarmada I di Perairan Karimun Anak, Selat Malaka, Kepuluan Riau.

Komandan lantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno melalui Wakil Komandan (Wadan) Lantamal IV, Kolonel  Laut (P) Imam Teguh Santoso menjelaskan, berdasarkan informasi yang didapat dari intelijen, tim reaksi cepat Koarmada I yang menggunakan speed boat berhasil menemukan perahu pancung dengan delapan orang didalamnya.

Sehingga ketika berpapasan, perahu pancung ditabrakan ke speedboat milik tim WFQR IV Koarmada I, akibatnya seorang terduga perampok jatuh kelaut.

Tim tersebut lalu melakukan pengejaran, namun berhasil lolos. Sehingga kembali kelokasi tabrakan dan mendapati seseorang berinisial N yang terjatuh dari perahu pancung.

Dari pengakuan N, perahu pancung itu adalah salah satu dari kelompok perompak yang sedang mencari kapal yang ingin dirompaknya pada malam penangkapan, yakni Rabu 23 Mei 2018.

"Tujuh orang yang masih berada di perahu pancung mengkandaskan perahunya, lalu melarikan diri ke darat," ujarnya.

Ia melanjutkan, pengejaran terus dilakukan dan berhasil menangkap DB. Dari keterangan kedua diduga tersangka, diketahui pada tanggal 19 Mei kelompok itu telah merompak sebuah kapal tanker di perairan yang sama.

Bahkan keterangan keduanya, juga menunjukkan keberadaan dua orang pendukung kegiatan perompakan kapal di Perairan Karimun Anak, yakni AA yang bertugas mengatur kegiatan perompakan, penyiapan logostik, dan pendistribusi hasil rompakan. Kemudian H sebagai pemberi dana untuk pembelian pancung sebesar Rp24.700.000.

Dari penangkapan itu, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti. Sementara ke empat orang diduga perampok kini diamankan di Lanal Tanjung Balai Karimun, untuk menjalani proses hukum selanjutnya.


Ini Pasukan Elit TNI AL Yang Bakal Terlibat Tumpas Terorisme

Get source code of website


Pasukan elit TNI Angkatan Luat (AL), Detasemen Jalamangkara (Denjaka) telah siap menunggu perintah melaksanakan operasi militer yang tergabung dalam  Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) untuk memberantas terorisme. Hal itu dikatakan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, di Jakarta, Sabtu 26 Mei 2018.

"Intinya kesiapan TNI AL, sebelum ada Koopssusgab sudah siap. Tinggal menunggu perintah dari Panglima TNI," ujarnya.

Untuk pelibatan pasukannya pada pemberantasan terorisme, sudah tidak perlu diragukan lagi. Sebab, belum lama itu, Denjaka turut terlibat dalam penyerangan kelompok pemberontak di Pulau Mindanao, Marawi, Filipina. Hal itu berkaitan dengan keputusan politik tiga Negara, yang memiliki hubungan kerja sama.

"Marawi contohnya, sampai sekarang Trilateral itu melibatkan Indonesia, Malaysia, Filipina," katanya.

Menurutnya, Koopssusgab nantinya beranggotakan sebanyak 90-an prajurit, yang terdiri dari pasukan elite gabungan tiga matra, diantaranya TNI Angkatan Darat (AD) yang berasal dari Satuan 81 Gultor, Komando Pasukan Khusus (Kopassus), kemudian TNI Angkatan Udara yakni Satuan Bravo 90 berasal dari Korps Pasukan Khas (Paskhas), lalu TNI Angkatan Laut (AL) yang diambil dari Denjaka.

Siwi menambahkan, 90-an prajurit itu bakal menjalani latihan dengan model dan strategi yang khusus. Bahkan, doktrin latihanpun sedang disusun.

"Doktrin latihan lagi disusun dan sebagian sedang dibahas," kata Siwi.


Usai UU Antiterorisme Disahkan, BNPT Jadi Apa ?

Get source code of website


Setelah disahkannya Revisi Undang-Undang (RUU) Antiterorisme menjadi Undang-Undang, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bakal menjadi leading sector pemberantasan tindak pidana terorisme. Akan tetapi terkait pelibatan TNI, akan diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) nantinya.

"BNPT leading sectornya. Kalau operasi militer Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab), itu nanti. Bakal ada keputusannya sendiri dalam Perpres," ujar Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius di gedung DPR RI, Jakarta, Jumat 25 Mei 2018.

Ia menambahkan, pihaknyapun bakal terlibat dalam persiapan rancangan Perpres tersebut, bahkan saat ini tengah diproses dalam tahap penyusunan. Terkhusus pada masalah kontra-radikalisasi, kesiapsiagaan nasional, dan deradikalisasi.

"Sudah dalam penyusunan. Nanti tinggal disinkronkan saja," kata Suhardi.

Ditempat terpisah, Direktur Pencegahan Terorisme Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT),  Brigjen (Pol) Hamli menambahkan, dengan disahkannya Undang-Undang Antiterorisme, lembaga tersebut menjadi lebih kuat dalam aspek pencegahan.

“BNPT senang dengan disahkannya Undang-Undang itu. Kita bekerja lebih baik lagi,” ujarnya.

Menurut Hamli, pada aspek pencegahan, terdapat beberapa pasal yang mengizinkan penegak hukum melakukan tindakan terhadap  organisasi teroris. Misalkan, pasal 12A Ayat 2  yang menyatakan, orang yang merekrut dan menjadi anggota organisasi teroris diancam dengan hukuman penjara paling sedikit 3 tahun dan maksimal 12 tahun.

Begitu juga pada pasal 12B ayat 1 yang disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja menyelenggarakan latihan militer atau paramiliter di dalam dan luar negeri dengan maksud mempersiapkan aksi terorisme, diancam hukuman paling singkat 4 tahun penjara dan paling lama 15 tahun.

Sahkan RUU Antiterorisme, DPR Minta Tiga Syarat Pelibatan TNI

Get source code of website


Revisi Undang-Undang (RUU) Antiterorisme telah disahkan menjadi Undang-Undang oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalu rapat paripurna. Namun, dalam pelibatan TNI, legislatif meminta tiga syarat harus dipenuhi, diantaranya penyusunan Peraturan Presiden (Perpres).

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Revisi Undang-undang (RUU) Antiterorisme DPR RI, M Syafii mengatakan pelibatan TNI dalam pemberantasan tindak pidana terorisme harus memenuhi tiga syarat, yang ketiganya telah masuk dalam draf Undang-Undang (UU) yang telah disahkannya itu. Dengan mengacu pada UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI dan UU Nomor 3 Tahun 2002 terkait Pertahanan Negara.

"DPR RI mengamanatkan tiga hal dalam pelibatan TNI, diantarnya penyusunan Perpres untuk melibatkan TNI dalam memberantas tindak pidana terorisme,” ujarnya di Jakarta, Jum'at 25 Mei 2018.

Oleh karena itu, pihaknya menyepakati dalam pelibatan TNI cukup diatur dan diaktifkan melalui Perpres. Namun Presiden harus berkomunikasi dengan DPR RI.

Menurutnya, penyusunan Perpres maksimal harus selesai setahun setelah RUU Antiterorisme disahkan menjadi Undang-undang.

"Ini adalah upaya total kita melawan terorisme,” katanya.

Setidaknya ada 15 penambahan dalam RUU Antiterorisme tersebut, dengan tujuan penguatan pengaturan UU No 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

“Adanya perubahan signifikan terhadap sistematika UU No 15 Tahun 2003, diantaranya menambah bab pencegahan, korban, kelembagaan, pengawasan, dan peran TNI,”katanya.

Kawasan Pasifik Memanas, TNI Siap Antisipasi

Get source code of website


Kondisi politik, ekonomi, dan keamanan kawasan Asia Pasifik saat ini sedang menghangat. Berbagai permasalahan di tingkat regional, nasional, dan global menjadi ancaman yang dapat berdampak terhadap keamanan Indonesia. Hal itu dijelaskan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, melalui Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Laksdya TNI Didit Herdiawan, di Jakarta, Jum'at 25 Mei 2018.

Atas adanya permasalahan tersebut, TNI telah menyiapkan kebijakan, strategi, dan upaya kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kondisi keamanan tersebut.

Menurutnya, pelbagai permasalahan yang ada, baik di tingkat global, regional dan nasional yang tersebar dalam spektrum ancaman, mensyaratkan perlunya pemahaman, pemikiran, mekanisme dan model baru yang adaptif untuk menghadapi berbagai bentuk ancaman baru.

Seperti yang diamanatkan Undang-Undang, TNI berkewajiban melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan Negara.

"Untuk itu, TNI harus selalu siap siaga,” ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya masih enggan menyebutkan seperti apa langkah-langkah yang diambil oleh TNI jika gejolak tersebut berkecamuk. Namun yang pasti, TNI selalu siap siaga.

Kapuspen TNI: Pemberitaan Terorisme Harusnya Tidak Berlebihan

Get source code of website


Pemberitaan yang banyak memuat aksi terorisme, seharusnya tidak berlebihan. Olehnya itu, seluruh wartawan (pers) yang ada di Indonesia, perlu mengutamakan jiwa nasionalisme dalam menyiarkan berita.

Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI M. Sabrar Fadhilah di Jakarta, Jum'at 25 Mei 2018.

"Harus mempunyai jiwa nasionalisme setiap awak media dalam menyiarkan berita terkait terorisme," ujarnya.

Menurutnya, dampak pemberitaan banyak sekali, diantaranya terkait strategi yang dilakukan aparat dalam mengatasi terorisme dengan baik. Selain itu, ketika hendak memberitakan korban maupun harga diri Negara dan bangsa, juga perlu dipertimbangkan.

"Analoginya apabila terjadi sesuatu yang tidak baik di lingkungan keluarga, harus dijaga dari pihak-pihak lain yang ingin membuat keruh suasana," katanya.

Panglima TNI Lantik Aan Kurnia, Ini Jabatan Barunya

Get source code of website


Sebagai institusi pertahanan Negara, TNI harus memiliki arah kebijakan dalam bidang pertahanan dan keamanan. Kebijakan itu diantaranya mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, memiliki komitmen, kompetensi, semangat dan militansi yang tinggi, disertai  kreatifitas dan kemampuan inovasi yang menunjang.
.
Hal itu diungkapkan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, usai melantik Laksamana Muda (Laksda) TNI Aan Kurnia, sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI, di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis 24 Mei 2018.

Hadi menjelaskan, Akademi TNI merupakan satuan TNI yang memiliki tugas untuk menyelenggarakan pendidikan pertama taruna akademi TNI yang bersifat integratif.

Berfungsi menyiapkan kader pimpinan TNI yang berjiwa pejuang Sapta Marga, dan  mampu menjawab kecenderungan dan dinamika lingkungan baik regional, nasional, dan internasional.
.
Dengan demikian, kesiapan Akademi TNI akan sangat menentukan masa depan satuan, sebagai sebuah organisasi dan institusi pertahanan, yang menjadi tumpuan harapan bangsa dan Negara.

Pengangkatan Laksda TNI Aan Kurnia, didasarkan pada Surat Keputusan (Skep) Panglima TNI Nomor Kep/504/V/2018 tertanggal 22 Mei 2018 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI menggantikan Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, yang telah dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) di Istana Negara, pada tanggal 23 Mei 2018 lalu.
.

Menakutkan, Ini Yang Bakal Terjadi Jika Sukhoi Dan Pesawat Antimaritim Berkolaborasi

Get source code of website



Jika kedua jenis pesawat yakni Sukhoi Su-27SKM/30 MK2 dan pesawat antimaritim CN-235 MPA dikolaborasikan, maka bakal memiliki kekammpuan tempur yang mematikan. Hal itu terlihat setelah Skadron Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin mendapat tambahan pesawat  maritim tersebut, Jum'at 25 Mei 2018.

Sejumlah pesawat patroli maritim CN-235 MPA, saat ini memang telah menjadi andalan bagi misi-misi pengintaian yang dilaksanakan Skadron Udara Lanud Hasanuddin, baik untuk melancarkan misi pengintaian udara maupun di laut.

Apalagi khusus untuk pesawat intai CN-235 MPA dalam misi patrolinya tidak hanya memiliki kemampuan mendeteksi dan mengidentifikasi sasaran saja. Tapi juga dapat menghancurkan sasaran menggunakan persenjataan seperti roket, rudal antikapal perang, dan torpedo antikapal selam.

Saat melakukan patroli, pesawat antimaritim bakal bekerja sama dengan jet- jet tempur Sukhoi yang bertugas sebagai pengawal (air cover) dari ancaman jet tempur musuh. Bahkan ketika mendeteksi adanya kapal perang musuh, keduanya dapat secara bersamaan menghancurkan target tersebut.

Sebab keduanya telah terintegrasi secara sistem komunikasi, peperangan elektronik, dan sama-sama memiliki senjata penghancur kapal perang.

Jika CN-235 MPA mempunyai rudal Harpoon atau Exocet, Su-27SKM/30 MK2 memiliki rudal antikapal perang berupa Kh-59 ME.

Sehingga dengan bertambahnya CN-235 MPA yang merupakan buatan PT Dirgantara Indonesia di Skadron Udara 5 Lanud Hassanudin, dapat dipastikan, Su-27SKM/30 MK2 bakal ditakuti sebab mempunyai pasangan yang mampu menghancurkan kapal perang musuh.

Baca juga:

Waduh, Rata-Rata Pesawat Intai TNI AU Berumur 40 Tahun

Get source code of website

Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Kolonel (Pnb) Benny Arfan menjelaskan, pesawat intai yang dimiliki TNI Angkatan Udara (AU) saat ini, rata-rata memiliki umur yang sangat tua, apalagi jenis Boeing 737-200. Pesawat tersebut sudah berusia hampir 40 tahun sejak pertama kali terbang di langit Indonesia yakni sekitar tahun 1982 silam, Jum'at 25 Mei 2018.

"Perlu saya sampaikan, kita mengoperasikan pesawat intai strategis yang sudah cukup tua, bahkan sangat tua,” ujarnya di Jakarta.

Meski demikian, kondisi pesawat-pesawat itu masih dalam keadaan yang prima. Bahkan, pernah mendapat sertifikat penghargaan dari Boeing dengan predikat ‘zero accident for 30 years operation without any single accident’.

"Yang jadi masalah adalah mission system, kemampuan radar, kemampuan kamera, infra red, dan communication link. Itu yang harus kita upgrade,” katanya.

Oleh karena itu, untuk mendukung Indonesia menjadi poros maritim dunia, maka diperlukan pembaharuan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) pengintaian udara.

Menurutnya, karakteristik udara adalah memayungi, sehingga bisa beroperasi di media udara tanpa melihat yang terjadi di media darat maupun media maritim. "Itulah konsep kita, makanya kita terapkan konsep air surveillance yang meng-cover semuanya,” ujarnya.

Ia menambahkan, ada tiga platform dalam hal pengintaian udara, diantaranya menggunakan Satelit, pesawat drone/Unmaned Aerial Vehicle, dan pesawat Intai.

Bahkan Negara-negara maju seperti Amerika, China, Rusia dan Jerman telah menggunakan ketiganya. Sementara Negara berkembang mempunyai pesawat intai yang lebih moderen dan canggih dibanding Indonesia.

“Yang menggunakan UAV dewasa ini adalah Singapura, Australia, dan India. Mereka juga menggunakan pesawat intai P8 Poseidon,” kata Benny.

Amerika Tak Takut Serang Korut

Get source code of website


Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Michael Pence menyatakan, Washington yakin akan kemajuan yang telah dibuat sehubungan dengan masalah Korea Utara (Korut). Namun, dia menyebut AS belum menarik opsi militer dari atas meja.

“Kami telah melihat kemajuan besar dalam beberapa bulan terakhir (di Semenanjung Korea),” kata Pence seperti yang dirilis Sputnik, Kamis 24 Mei 2018.

Ketika ditanya apakah opsi militer masih di atas meja sehubungan dengan Korut, Pence menyatakan opsi itu selalu ada. “Ya, itu tidak pernah ditarik dari atas meja,” ungkap Pence dalam wawancara itu.

Pence kemudian menekankan, Presiden Donald Trump telah menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan mentolerir Pyongyang untuk memiliki senjata nuklir dan mengancam AS dan mitranya di wilayah tersebut.

Namun, Pence mencatat Washington ingin mencapai denuklirisasi Semenanjung Korea menggunakan alat diplomatik dan harapan untuk solusi dicapai damai. Opsi militer, menurut Pence adalah opsi terakhir.

Bulan Ramadhan, Perkuat Toleransi Dan Solidaritas Kebangsaan Untuk Lawan Adu Domba

Get source code of website



Indonesia sebagai Negara majemuk sangat rentan untuk diadu domba melalui ujaran kebencian (hate speech) dan berita bohong (hoax), dengan tujuan merusak persatuan dan kesatuan NKRI. Apalagi ujaran dan hoax digunakan sebagai kepentingan politik dan radikal terorisme, Kamis 24 Mei 2018.

"Karena itu, momentum bulan ramadhan ini, bangsa Indonesia wajib memperkuat toleransi dan solidaritas kebangsaan, baik di dunia nyata maupun dunia maya," ujar Romo Frans Magnis Suseno, tokoh kebangsaan di Jakarta, Kamis 24 Mei 2018.

Ini menjadi tantangan berat bagi bangsa Indonesia. Namun tetap optimis, hal itu dapat dilakukan karena kemajemukan dan perbedaan  itulah yang membuat Indonesia kuat. Asalkan semua bisa saling menerima dan menghormati, apalagi di bulan suci ini.

Tentunya ini bisa menjadi momentum terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia, untuk memerangi hal-hal negatif dengan saling menghormati dan menjaga toleransi.

"Untuk itu, kepada semua pihak agar dapat menahan diri dan membuang perasaan menang sendiri," katanya.

Hoax dan ujaran kebencian, apabila digunakan sebagai politisasi dapat menyulutkan permusuhan. Apalagi bila menggunakan unsur agama, yang sangat mengancam persatuan bangsa ini.

Maka dari itu, solidaritas langsung dan aktivitas di media sosial harus ditingkatkan untuk meminimalisasi hal-hal tersebut.

Menurutnya, pada kurun  waktu 30 tahun terakhir,  hubungan antar umat beragama di Indonesia justru semakin kuat dan positif. Contohnya saat terjadi serangan teroris dengan pedang di sebuah gereja di Yogyakarta, besoknya putra-putri muslim turun membantu membersihkan gereja. Begitu juga saat terjadi teror bom di Surabaya dan Sidoarjo beberapa hari lalu.

Tapi yang terpenting adalah kesediaan untuk saling menerima dan menghormati, yang akhirnya bisa saling menghargai sehingga terbangun hubungan positif.

Ditilik dari sisi sejarah, Indonesia adalah negara yang kuat dan kokoh. Merdeka bukan dari hadiah Negara lain, tapi hasil perjuangan para pahlawan bangsa. Kemudian jiwa persatuan dengan Sumpah Pemuda 1928, dan kemajemukan saat memutuskan ideologi Negara, terbukti menjadi pondasi kokoh yang mampu menjaga bangsa dari berbagai gangguan.

Bahkan saat reformasi 1998, lanjut Romo, dimana saat itu banyak pengamat yang meramal Indonesia akan pecah seperti Uni Soviet dan Yugoslavia. Tapi nyatanya, itu tidak terjadi dan Indonesia tetap jaya dengan Bhinneka Tunggal Ika-nya.

Sebab Indonesia Negara yang sangat berdaulat dalam menangani dirinya sendiri. Dari sejak merdeka, banyak masalah terjadi, tapi tidak sampai mengancam kebangsaan.

Kendati demikian, perlu mengingatkan adanya ancaman dari ideologi transnasional dari luar Negeri yang terus mengusik kedamaian dan kesatuan bangsa.

Ideologi itu dinilai sangat agamis fundamentalis, ekstrimistis, penuh kebencian, seperti ideologi yang dianut pelaku teror bom Surabaya. Bahkan ideologi itu sangat kejam dan menyayat hati. Apalagi aksi terorisme dilakukan sekeluarga yakni bapak, ibu, dua anak laki-laki, dan dua anak perempuan.

Untuk itu, ia berharapa, siapapun tidak diizinkan melakukan tindakan kekerasan dan kebencian sekelompok orang yang ingin merusak persatuan.

"Saling menerima, menghormati, menghargai, mendukung, dan mencintai, supaya Indonesia tetap menjadi Negara adil dan berperikemanusiaan menjadi kuncinya," imbuhnya.





Amerika Tolak Cina Ikut Latihan Bersama di LCS, Ada Apa?

Get source code of website


Amerika Serikat menolak Angkatan Laut Cina terlibat dalam latihan bersama yang bakal di selenggarakan pada 27 Juni hingga 2 Agustus 2018 mendatang, di perairan dekat Negara bagian Hawaii, Amerika.

Menurut  juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Chris Logan, langkah itu diambil setelah Kementerian Luar Negeri Cina menyatakan, pendaratan pesawat udara milik matra udara Negara itu, telah menggelar latihan beberapa waktu lalu di wilayah Laut Cina Selatan (LCS). Sehingga meningkatkan keteganggan pada kawasan itu.

“Kami telah menolak Angkatan Laut Cina ikut dalam latihan Rim of the Pacific (RIMPAC),” katanya, di Washington, Kamis 24 Mei 2018.

Selain itu, lanjut juru bicara Amerika, perilaku Cina terlihat tidak konsisten dengan prinsip dan tujuan latihan RIMPAC yang bakal digelar.

Atas keputusan itu, Pemerintah Cina melalui Penasihat Negara, Wang Yi menyatakan perilaku Pentagon sangat tidak kostruktif dalam membangun hubungan baik kedua Negara.

Sehingga Cina berharap, Amerika dapat berubah dari pola pikir negatif terhadap Beijing.

“Kami menemukan bahwa langkah ini sangat non-konstruktif,” ujarnya.

BNPT Imbau WNI Yang Berangkat Ke Suriah Harus Melapor Dulu, Ini Alasannya

Get source code of website


GARDANASIONAL, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius menjelaskan, saat ini dirinya mengetahui Warga Negara Indonesia (WNI) yang berangkat ke Suriah melalui Negara Turki, hanya lewat video yang disebarkan ke media sosial, dan beberapa pemberitaan, Kamis 24 Mei 2018.

Sehingga pihaknya kesulitan mencari tahu keberadaan WNI ketika telah balik ke Indonesia. Sebab, jalan masuk dari berbagai Negara sangatlah banyak.

Oleh karena itu, ia berharap setiap WNI yang berangkat ke Turki atau Suriah, terlebih dahulu menginformasikan ke BNPT, sehingga datanya dapat dicatat, baik secara pribadi ataupun keluarganya.

"Saya minta tolong diinformasi terlebih dahulu. Kalau tidak diberitahu, tahu-tahu belakangan," katanya.

Menurutnya, pengawasan terhadap WNI semakin sulit, karena setelah tiba di Indonesia biasanya kebanyakan berpindah-pindah tempat tinggal. Hal itu disebabkan adanya urusan pekerjaan atau keluarga.

Untuk itu, pihaknya juga bekerja sama dengan beberapa Kementerian dan Lembaga untuk memonitor keberadaan mereka. Sehingga dapat dilakukan deradikalisasi.

"Saya kontrak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar dimonitor di mana mereka tinggal, bergaul dengan siapa, jangan sampai lepas. Karena saya nggak yakin hanya satu bulan mengikuti deradikalisasi, mereka tidak radikal," ujar Suhardi.

Purna TNI Dan Polri, Tahun Ini Dapat THR

Get source code of website


Satu yang spesial dalam Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13, yakni para pensiunan (purnawirawan) TNI dan Polri bakal mendapatkan tunjangan tersebut, begitu pula dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

“Ada yang istimewa tahun ini, THR tahun diberikan pula kepada pensiunan,” kata Presiden Jokowi usai menandatangani peraturan tersebut di Istana Negara, Jakarta, Rabu 23 Mei 2018.

Dengan diberikannya THR dan gaji ke-13 bagi TNI, Polri, PNS, dan pensiunan, dapat bermanfaat bagi kesejahteraan. Selain itu, bisa meningkatkan kinerja dan kualitas layanan kepada publik secara lebih baik lagi.

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Asman Abnur mengatakan, Peraturan Pemerintah diumumkan dengan segera, sehingga para ASN dapat menyiapkan kebutuhan lebarannya.

"Mengenai besarannya, diperkirakan lebih besar dibandingkan tahun lalu," ujarnya.

Kreatif, Satgas Perbatasan Buat Film Pendek Berkisah Kehidupan Papua

Get source code of website


Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 323/BP Kostrad, belum lama ini merelease film pendek bertemakan Pancasila di channel Youtube miliknya. Dalam rangka menyambut Hari Lahir Pancasila 1 Juni mendatang, yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). 

Film berdurasi 5 menit ini mengisahkan tentang seorang Prajurit TNI yang ditugaskan diperbatasan, dengan segala dinamika problem sosial yang buruk menurut bayangannya.

Setelah mengetahui kondisi nyata di Tanah Papua, ternyata tidak seburuk apa yang dibayangkan oleh sang prajurit, kondisi masyarakat yang majemuk bisa saling menghargai dan memiliki kesadaran akan arti penting Pancasila.




Komandan Satgas, Letkol Inf Agust Jovan Latuconsina menjelaskan, kondisi di Papua terkadang memiliki persepsi negatif bagi orang yang belum pernah merasakan bagaimana kehidupan nyata di Papua, khususnya Bovendigoel.

"Bagi kita yang hidup disini, merasakan kerukunan antar warga atas sadarnya penerapan nilai-nilai Pancasila yang sesungguhnya," ujarnya di Papua, Rabu 23 Mei 2018.





Menurutnya, film pendek tersebut mengambil latar di Sekolah Dasar Negeri Inpres Asiki, bertujuan untuk menegaskan kepada segenap warga Negara tentang arti penting pengamalan nilai-nilai Pancasila.

"Tidak ada lagi saling membeda-bedakan, harus saling menghargai, menyatukan tujuan dan cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, harus menjadi pemersatu seluruh elemen bangsa ini," katanya.
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html